Waktu ini sangatlah cepat, merambat bagai pesawat
Hingga kita tak sadar dengan apa yang telah kita lalui
Sekian lama itu pula kita melewati lika-liku pematang kehidupan
Hamparan sawah penghidupan dan cerita semua ada di sana
Butiran butiran padi adalah butiran perasaan kita
Ada kala senang, ada kala sedih, ada kala marah
Dan ada kala juga tangis, semua ada di sana
Seperti petani lainnya kadang mengalami paceklik
Dan bahkan gagal panen itu juga sering kita rasakan
Dan dalam perjalanan ini,
Aku merasa sering menjadi beban untukmu
Aku merasa bukan seperti orang yang ada di benakmu
Aku seperti butiran padi yang di sakiti oleh hama wereng di hatimu
Dan jatuh bangun aku membunuh hama itu
Namun saja selalu ada dan berulang kali terjadi
Menjadi hama yang sangat menyakitkan hati ini
Namun aku sudah tetapkan kemana hati ini harus bersandar
Dan itu menjadikan aku selalu ingin hidup
Dan membawa air kesabaran untuk mengairi sawah kita
Semua aku lakukan untuk menghidupi butiran butiran padi kita
Dan seharusnya saat padi padi itu sudah menguning,
Butiran butiran padi itupun semakin berisi dan menunduk
Itu buktinya bahwa semua yang kita rasakan selama ini
Sudah matang dan siap untuk di panen hasilnnya
Matang artinya sudah cukup lama ada tumbuh di dalam kehidupan kita
Siap dipanen artinya sudah siap kita petik pelajaran dan hikmahnya
Namun perjalanan itu tidak semulus jalan aspal hotmix
Jalan terjal di mana mana selalu menghadang kita
Burung- burung empritpun hinggap kesana kemari
Memakan butir demi butir padi padi kehidupan ini
Dan hingga pada saatnya aku sadar ……….
Saat ini dengan membuka mata hatiku aku sudah bisa membaca
Membaca semua apa yang ada dalam butiran padi ini
Ternyata selama ini butiran padi yang tumbuh di sawah kita
Adalah butiran padi yang hampa dan tak berisi
Sampai saat ini………….
Aku memang sadar siapa aku ini,
Dan mungkin tidak begitu berarti bagimu
Tidak berarti sama sekali dalam hidupmu
Semua hanya semu dan kamuflase belaka
Aku gak tau dan gak ngerti apa artinya aku ini
Sebenarnya di mata kamu
Sementara padi padi itu seharusnya sudah bisa di panen
Namun tidak dengan padi padi kita……….
Hamparan sawah ini sekan akan udah habis
termakan hama wereng dan habis dimakan burung burung emprit itu
Mengapa bisa terjadi seperti ini???
Padahal semua sudah aku lakukan untuk sawah kita
Memupuk tanah dengan kasih sayang untuk di tanami padi kita
Mengairi sawah dengan air kesejukan dan kesabaran
Mengapa bisa terjadi seperti ini???
Semua jawaban ada di dalam butiran butiran padi kita…
MY DAILY DEVIATION







